TERAKHIR digunakan sebagai variabel untuk menyimpan harga hasil
perhitungan bilangan FIBONACCI terakhir pada setiap kali perulangan. Harga
awal untuk variabel TERAKHIR adalah 1.
Langkah selanjutnya adalah pengecekan harga n yang merupakan variabel
untuk menyimpan data suku ke berapa yang akan dicari. Jika n=1, artinya akan
dihitung harga bilangan FIBONACCI suku ke-1, maka nilainya adalah 1 yaitu
harga awal yang telah ditetapkan. Sebaliknya, jika n>1, maka akan dilakukan
proses berulang selama harga pancacah I kurang dari atau sama dengan n.
Variabel BANTU digunakan sebagai variabel bantuan untuk menyimpan nilai
sementara suku terakhir dalam deret FIBONACCI selama proses perulangan.
Pada akhirnya proses akan berhenti dan nilai yang dicari akan diketemukan jika
I=n, dan hasil perhitungannya tersimpan dalam variabel FIBONACCI.
Algoritma untuk mencari nilai bilangan FIBONACCI suku ke-n dengan
menerapkan teknik iterasi adalah dituliskan sebagai berikut ini :
Masukkan harga suku bilangan FIBONACCI yang akan akan dicari (n).
FIBONACCI merupakan variabel untuk menyimpan harga bilangan fibonacci
yang dicari.
BANTU merupakan variabel bantuan untuk menampung hasil perhitungan
sementara.
1. Mulai
2. Tentukan harga-harga awal I, FIBONACCI, dan TERAKHIR
I = 1
FIBONACCI = 1
TERAKHIR = 0
3. Cek harga n
IF n = 1
Jika ya, maka FIBONACCI = 1, lanjutkan ke langkah-6
4. Cetak hasil
FIBONACCI(n)
5. Selesai
Cara lain untuk menghitung nilai suku bilangan FIBONACCI adalah dengan
menggunakan teknik iterasi. Dalam teknik iterasi nilai suku bilangan FIBONACCI
dihitung dengan melaksanakan suatu proses perulangan yang memanfaatkan
nilai bilangan FIBONACCI suku ke-1 sebagai dasar perhitungan untuk mencari
nilai pada suku ke-2. Nilai pada suku ke-2 digunakan sebagai dasar mencari nilai
suku ke-3. Nilai pada suku ke-3 digunakan sebagai dasar mencari nilai suku ke-
4. Demikian seterusnya hingga nilai bilangan FIBONACCI pada suku ke-n yang
dikehendaki ditemukan. Flowchart prosedur untuk mencari nilai bilangan
FIBONACCI suku ke-n dengan teknik iterasi ditunjukkan pada Gambar 2.4.
Logika proses yang terjadi pada teknik iterasi untuk mencari nilai bilangan
FIBONACCI suku ke-n adalah dimulai dengan penetapan harga-harga awal
untuk variabel I, FIBONACCI, dan TERAKHIR. I digunakan sebagai variabel
pencacah (counter) dalam proses perulangan. FIBONACCI digunakan sebagai
variabel bilangan FIBONACCI yang mempunyai harga awal 1 pada suku ke-1.
TERAKHIR digunakan sebagai variabel untuk menyimpan harga hasil
perhitungan bilangan FIBONACCI terakhir pada setiap kali perulangan. Harga
awal untuk variabel TERAKHIR adalah 1.
Langkah selanjutnya adalah pengecekan harga n yang merupakan variabel
untuk menyimpan data suku ke berapa yang akan dicari. Jika n=1, artinya akan
dihitung harga bilangan FIBONACCI suku ke-1, maka nilainya adalah 1 yaitu
harga awal yang telah ditetapkan. Sebaliknya, jika n>1, maka akan dilakukan
proses berulang selama harga pancacah I kurang dari atau sama dengan n.
Variabel BANTU digunakan sebagai variabel bantuan untuk menyimpan nilai
sementara suku terakhir dalam deret FIBONACCI selama proses perulangan.
Pada akhirnya proses akan berhenti dan nilai yang dicari akan diketemukan jika
I=n, dan hasil perhitungannya tersimpan dalam variabel FIBONACCI.
Algoritma untuk mencari nilai bilangan FIBONACCI suku ke-n dengan
menerapkan teknik iterasi adalah dituliskan sebagai berikut ini :
Masukkan harga suku bilangan FIBONACCI yang akan akan dicari (n).
FIBONACCI merupakan variabel untuk menyimpan harga bilangan fibonacci
yang dicari.
BANTU merupakan variabel bantuan untuk menampung hasil perhitungan
sementara.
1. Mulai
2. Tentukan harga-harga awal I, FIBONACCI, dan TERAKHIR
I = 1
FIBONACCI = 1
TERAKHIR = 0
3. Cek harga n
IF n = 1
Jika ya, maka FIBONACCI = 1, lanjutkan ke langkah-6
4. Proses berulang langkah-4 hingga langkah-5 untuk menghitung FIBONACCI
Hitung
BANTU = FIBONACCI
I = I + 1
5. Hitung
FIBONACCI = FIBONACCI + TERAKHIR
TERAKHIR = BANTU
6. Cetak Hasil
FIBONACCI
7. Selesai