Selasa, 07 Desember 2010

TIPE FILE


1. File Induk (master File) 
a. file induk acuan (reference master file) : file induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalnya file daftar gaji, file kode mata kuliah. 
b. file induk dinamik (dynamic master file): file induk yang nilai dari record-recordnya sering berubah atau sering dimutakhirkan (update) sebagai hasil dari suatu transaksi. Misalnya file nilai akhir mata kuliah, yang setiap saat (semester) harus di up-date. 

2. File Transaksi (transaction file) : disebut file input; digunakan untuk
merekam data hasil dari transaksi yang terjadi. Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan. 

3. File Laporan (Report file): disebut output file, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan.

contoh:(download link di bawah ini)
http://www.4shared.com/file/toBp8DPy/Database1.html


Selasa, 09 November 2010

Program menentukan nilai MAX dari 3 bilangan yang diinputkan


Untuk posting kali ini kita akan membahas tentang cara membuat program sederhana dengan bahasa c dimana program yang kita buat bisa menentukan nilai tertinggi dari tiga nilai yang kita inputkan. tapi sebelum melakukan coding sangat di ajurkan kita mengetahui aloritma atau cara kerja program yang akan kita buat sekarang.
Berikut adalah Flowchart dan Pseudocode untuk menentukan nilai maksimum dari 3 bilangan yang diinputkan :

Pseudocode :
   1. mulai
   2. input(a,b,c)
   3. max = a
   4. jika b>max ke baris 5, jika tidak ke baris 6
   5. max = b
   6. jika c>max ke baris 7, jika tidak ke baris 8
   7. max = c
   8. output(max)
   9. selesai

Flowchart :

Algoritma Pemrograman adalah konsep dasar dalam pemrograman berbasis komputer, hal yang harus dimengerti semua programmer. Algoritma Pemrograman adalah sebuah pendekatan yang mewakili sebuah peraturan yang harus di terapkan agar code yang di tuliskan dapat di proses oleh komputer. jika Flowchart dan Pseudocode sudah bisa kamu kuasai silahkan download code program selengkapnya disini.

Mencari Bilangan Fibonancci




Bilangan FIBONACCI adalah suatu deret bilangan bulat positif (integer) tak
berhingga  yang secara berurutan adalah didefinisikan sebagai berikut ini :


1   1   2   3   5   8   13   21   34   58   89  . . . dst


Jika diamati deret bilangan FIBONACCI di atas, maka dapat dipahami bahwa
nilai bilangan FIBONACCI suku ke-n dalam deret tersebut dapat dihitung dengan
menjumlahkan dua bilangan terdekat pada urutan sebelumnya.


Sebagai contoh, suku bilangan ke-6 dapat dihitung dengan menjumlahkan suku
bilangan ke-5 dan ke-4. Nilai bilangan FIBONACCI suku-5 dapat dihitung dengan
cara menjumlahkan suku bilangan ke-4 dan ke3. Nilai bilangan FIBONACCI
suku-4 dapat dihitung dengan cara menjumlahkan suku bilangan ke-3 dan ke-2.
Nilai bilangan FIBONACCI suku-3 dapat dihitung dengan cara menjumlahkan
suku bilangan ke-2 dan ke-1.


Secara umum nilai bilangan FIBONACCI suku-n dapat dihitung dengan
menjumlahkan nilai-nilai bilangan FIBONACCI suku-(n-1) dan ke-(n-2). Dengan
demikian, nilai-nilai bilangan FIBONACCI untuk n=1 dan n=2 merupakan nilai-
nilai awal yang perlu ditetapkan sebelumnya. Nilai-nilai awal tersebut digunakan
sebagai dasar untuk menghitung nilai-nilai bilangan FIBONACCI untuk suku-suku
berikutnya, yaitu bernilai 1 (lihat deret FIBONACCI di atas).


Pencarian nilai suku bilangan FIBONACCI secara rekursi dapat dinotasikan
sebagai berikut ini :


FIBONACCI (4) = FIBONACCI(3)        + FIBONACCI(2)
= FIBONACCI(2)+FIBONACCI(1)+  1
= 1 + 1   +  1
=3
Ingat nilai bilangan FIBONACCI suku ke-2 dan ke-1 adalah 1, sehingga dari hasil

perhitungan diperoleh harga FIBONACCI suku ke-4 adalah sama dengan 3.
Untuk harga-harga bilangan FIBONACCI pada suku-suku selanjutnya dapat
dihitung dengan cara yang sama seperti di atas. Tentu bukan hal yang sulit untuk
melakukannya, tetapi perlu kecermatan untuk mendapatkan hasil akhir
perhitungan yang benar.




Gambar 2.3 : Flowchart prosedur mencari bilangan FIBONACCI secara rekursi



Flowchart prosedur untuk mencari nilai bilangan FIBONACCI suku ke-n secara
rekursi ditunjukkan  Gambar 2.3. Sedangkan, solusi dalam bentuk algoritmanya
dapat dituliskan sebagai berikut ini :


Masukan suku bilangan FIBONACCI yang akan dicari (=n).
FIBONACCI merupakan variabel untuk menyimpan harga suku bilangan
Fibonacci yang dicari.
1. Mulai
2. Baca n
3. Proses berulang langkah-2
    Cek harga n
        IF (n=1) OR (n=2)
  Jika ya, FIBONACCI(n) = 1, lanjutkan ke langkah-4
  Jika tidak, FIBONACCI(N) = FIBONACCI(n - 1) + FIBONACCI(n - 2)
4. Cetak hasil
     FIBONACCI(n)
5. Selesai


Cara lain untuk menghitung nilai suku bilangan FIBONACCI adalah dengan
menggunakan teknik iterasi. Dalam teknik iterasi nilai suku bilangan FIBONACCI
dihitung dengan melaksanakan suatu proses perulangan yang memanfaatkan
nilai bilangan FIBONACCI suku ke-1 sebagai dasar perhitungan untuk mencari
nilai pada suku ke-2. Nilai pada suku ke-2 digunakan sebagai dasar mencari nilai
suku ke-3. Nilai pada suku ke-3 digunakan sebagai dasar mencari nilai suku ke-
4. Demikian seterusnya hingga nilai bilangan FIBONACCI pada suku ke-n yang
dikehendaki ditemukan.     Flowchart prosedur untuk mencari nilai bilangan
FIBONACCI suku ke-n dengan teknik iterasi ditunjukkan pada Gambar 2.4.


Logika proses yang terjadi pada teknik iterasi untuk mencari nilai bilangan
FIBONACCI suku ke-n adalah dimulai dengan penetapan harga-harga awal
untuk variabel I, FIBONACCI, dan TERAKHIR. I digunakan sebagai variabel
pencacah (counter) dalam proses perulangan. FIBONACCI digunakan sebagai
variabel bilangan FIBONACCI yang mempunyai harga awal 1 pada suku ke-1.
TERAKHIR digunakan sebagai variabel untuk menyimpan harga hasil
perhitungan bilangan FIBONACCI terakhir pada setiap kali perulangan. Harga
awal untuk variabel TERAKHIR adalah 1.


Langkah selanjutnya adalah pengecekan harga n yang merupakan variabel
untuk menyimpan data suku ke berapa yang akan dicari. Jika n=1, artinya akan
dihitung harga bilangan FIBONACCI suku ke-1, maka nilainya adalah 1 yaitu
harga awal yang telah ditetapkan. Sebaliknya, jika n>1, maka akan dilakukan
proses berulang selama harga pancacah I kurang dari atau sama dengan n.
Variabel BANTU digunakan sebagai variabel bantuan untuk menyimpan nilai
sementara suku terakhir dalam deret FIBONACCI selama proses perulangan.
Pada akhirnya proses akan berhenti dan nilai yang dicari akan diketemukan jika
I=n, dan hasil perhitungannya tersimpan dalam variabel FIBONACCI.


Algoritma untuk mencari nilai bilangan FIBONACCI suku ke-n dengan
menerapkan teknik iterasi adalah dituliskan sebagai berikut ini :


Masukkan harga suku bilangan FIBONACCI yang akan akan dicari (n).
FIBONACCI merupakan variabel untuk menyimpan harga bilangan fibonacci
yang dicari.
BANTU merupakan variabel bantuan untuk menampung hasil perhitungan
sementara.
1. Mulai
2. Tentukan harga-harga awal I, FIBONACCI, dan TERAKHIR
    I = 1
    FIBONACCI = 1
    TERAKHIR = 0
3. Cek harga n
    IF n = 1
    Jika ya, maka FIBONACCI = 1, lanjutkan ke langkah-6
4. Cetak hasil
     FIBONACCI(n)
5. Selesai


Cara lain untuk menghitung nilai suku bilangan FIBONACCI adalah dengan
menggunakan teknik iterasi. Dalam teknik iterasi nilai suku bilangan FIBONACCI
dihitung dengan melaksanakan suatu proses perulangan yang memanfaatkan
nilai bilangan FIBONACCI suku ke-1 sebagai dasar perhitungan untuk mencari
nilai pada suku ke-2. Nilai pada suku ke-2 digunakan sebagai dasar mencari nilai
suku ke-3. Nilai pada suku ke-3 digunakan sebagai dasar mencari nilai suku ke-
4. Demikian seterusnya hingga nilai bilangan FIBONACCI pada suku ke-n yang
dikehendaki ditemukan.     Flowchart prosedur untuk mencari nilai bilangan
FIBONACCI suku ke-n dengan teknik iterasi ditunjukkan pada Gambar 2.4.


Logika proses yang terjadi pada teknik iterasi untuk mencari nilai bilangan
FIBONACCI suku ke-n adalah dimulai dengan penetapan harga-harga awal
untuk variabel I, FIBONACCI, dan TERAKHIR. I digunakan sebagai variabel
pencacah (counter) dalam proses perulangan. FIBONACCI digunakan sebagai
variabel bilangan FIBONACCI yang mempunyai harga awal 1 pada suku ke-1. 

TERAKHIR digunakan sebagai variabel untuk menyimpan harga hasil
perhitungan bilangan FIBONACCI terakhir pada setiap kali perulangan. Harga
awal untuk variabel TERAKHIR adalah 1.


Langkah selanjutnya adalah pengecekan harga n yang merupakan variabel
untuk menyimpan data suku ke berapa yang akan dicari. Jika n=1, artinya akan
dihitung harga bilangan FIBONACCI suku ke-1, maka nilainya adalah 1 yaitu
harga awal yang telah ditetapkan. Sebaliknya, jika n>1, maka akan dilakukan
proses berulang selama harga pancacah I kurang dari atau sama dengan n.
Variabel BANTU digunakan sebagai variabel bantuan untuk menyimpan nilai
sementara suku terakhir dalam deret FIBONACCI selama proses perulangan.
Pada akhirnya proses akan berhenti dan nilai yang dicari akan diketemukan jika
I=n, dan hasil perhitungannya tersimpan dalam variabel FIBONACCI.


Algoritma untuk mencari nilai bilangan FIBONACCI suku ke-n dengan
menerapkan teknik iterasi adalah dituliskan sebagai berikut ini :


Masukkan harga suku bilangan FIBONACCI yang akan akan dicari (n).
FIBONACCI merupakan variabel untuk menyimpan harga bilangan fibonacci
yang dicari.
BANTU merupakan variabel bantuan untuk menampung hasil perhitungan
sementara.
1. Mulai
2. Tentukan harga-harga awal I, FIBONACCI, dan TERAKHIR
    I = 1
    FIBONACCI = 1
    TERAKHIR = 0
3. Cek harga n
    IF n = 1
    Jika ya, maka FIBONACCI = 1, lanjutkan ke langkah-6
4. Proses berulang langkah-4 hingga langkah-5 untuk menghitung FIBONACCI
Hitung
   BANTU = FIBONACCI
I = I + 1
5. Hitung
   FIBONACCI = FIBONACCI + TERAKHIR
   TERAKHIR = BANTU
6. Cetak Hasil
   FIBONACCI
7. Selesai







  







Gambar 2.4. : Flowchart prosedur mencari bilangan FIBONACCI secara iterasi


Sebagaimana terjadi dalam perkalian dua bilangan    integer, dalam contoh kasus
perhitungan nilai bilangan FIBONACCI ini, secara umum teknik iterasi mampu
                          melaksanakan proses perhitungan secara lebih efisien
                          dibandingkan      jika
diselesaikan dengan menerapkan teknik rekursi. Dan tentu saja, hasil
perhitungannya akan dapat ditemukan secara lebih cepat.


Cobalah untuk menghitung berapa kali proses perulangan yang harus dilakukan
untuk mencari nilai bilangan FIBONACCI suku ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5
apabila diselesaikan secara rekursi. Bandingkan hasilnya jika diselesaikan
secara iterasi, prosedur manakah yang lebih baik untuk diterapkan dalam
                           perhitungan bilangan FIBONACCI tersebut

Search